ANIES DAN PDIP, CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI*

*ANIES DAN PDIP, CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI*

@rafif_amir 

Tinggal selangkah lagi, impian Anies untuk bersanding dengan PDIP segera terwujud. Tinggal menunggu ketok palu Megawati. Anies akan kembali berlayar. 

Para pendukungnya tentu akan sangat senang. Siapa pun partai pengusung tak jadi soal. Yang penting Anies harus jadi DKJ 1. Harus. 

Anies pun tampak sumringah ketika bertandang ke Markas PDIP. *Seperti seseorang yang telah sekian lama berpisah dan bertemu kembali dengan kekasih hatinya.*

Ya, PDIP dan Anies pernah memadu kasih di 2014. *Saat itu Anies ditugaskan oleh PDIP sebagai jubir Jokowi-JK.* 

Sebagaimana dikutip dari Detik (23/5/2014), *PDIP memilih Anies karena dinilai memiliki visi yang sama dengan Jokowi.*

Hasto menyebut, suasa kebatinannya sama. Dalam bahasa kita: sehati dan sefrekwensi. 

Suasana kebatinan yang sama itu pulalah yang kemudian membuat Anies didapuk sebagai Menteri Pendidikan di era Jokowi jilid 1. Meski dua tahun kemudian, Jokowi mencopotnya. 

Modal dicopot oleh Jokowi itu dimanfaatkan oleh Anies untuk berada di barisan oposisi. Ia merapat pada PKS, satu-satunya partai yang paling lantang mengkritik rezim. 

Tak lama setelah itu, muncul kasus penistaan agama yang menyeret nama Ahok, salah satu kandidat terkuat DKI 1. 

Nama Ahok pun redup. Sementara PKS membaca peluang itu untuk mengusung Anies. Bersama PKS dan Gerindra, Anies melaju dan keluar sebagai pemenang. 

Sebagai bagian dari oposisi, Anies harus mencitrakan dirinya sebaik mungkin, totalitas, demi meraih hati para pendukungnya. 

*Ia yang semula dikenal nasionalis-liberal, harus mengubah wujudnya menjadi nasionalis-agamis.* Dan Anies, tentu saja berhasil. 

Peran ini terus ia mainkan hingga pada laga Pilpres. Namun sayangnya, ia gagal. Padahal ia merasa sudah dihajar habis-habisan. Dicap radikal, orang Yaman, dan tuduhan-tuduhan lain yang membuat tak nyaman. 

Anies merasa telah salah masuk kolam. Ia ingin keluar. Ia ingin lepas dari tarikan PKS. Ia biarkan PKS terkatung-katung nasibnya di Pilkada Jakarta. Ia ingin pisah, tapi secara diam-diam. 

Ia sudah melirik kekasih lamanya. Si merah yang manis. Ia abaikan semua deklarasi, statement, ajakan PKS. Sampai kemudian PKS memutuskan tak lagi bersamanya. 

Para pendukung Anies kemudian menuding PKS yang berkhianat. *Sementara main mata Anies dengan PDIP bukan pengkhianatan, tapi hanya semacam penjajakan.*

Meski pada akhirnya perselingkuhan politik itu benar-benar terjadi, para pecinta mati Anies akan mengatakan: *itu bukan perselingkuhan, itu upaya menyelamatkan demokrasi, PDIP adalah pahlawan!*

Anies akan bersama pahlawan, yang telah 10 tahun membesarkan monster yang memporak-porandakan negeri ini. Anies akan mengubah citranya lagi. Kali ini sebagai nasionalis-marhaenis. 

Kader-kader PDIP akan mengelu-elukannya sebagai *The New Soekarno.*

Sidoarjo, 25 Agustus 2024
*Penulis buku "Masyumi, PKI, dan Politik Zaman Revolusi"*

Komentar

Postingan Populer