KAMU EMANG "AGAK LAEN.....!!"
Takana Kudian 69
----------
KAMU EMANG "AGAK LAEN.....!!"
(Politik itu penuh misteri dan susah diprediksi)
Oleh: Kamrizal Syafri
***
Dalam pengamatan saya dan perkenalan saya dengan kawan-kawan politikus, saya makin faham bahwa politik itu sangat dinamis, penuh intrik, dan sarat dengan siasat.
Bahwa politik itu dunia penuh getah dan daerah abu abu ada benarnya, walau tidak selalu negatif maknanya. Bahwa tidak ada kawan sejati, namun kepentingan yang abadi, itu sangat logis, tapi tidak bisa digeneralisir secara hitam putih.
Politik, tidak mutlak-mutlakan dan apalagi memaksakan kehendak. Ada tolak angsur, ada tarik ulur, ada negosiasi, ada konsensus dan konsesi. Ada pertimbangan maslahat dan mudharat, bahkan ada pertimbangan darurat. Ada fikih aulawiyat, ada fikih muwazanat, ada fikih maqasid dan maslahat.
Hari ini kita bersama, besok lusa bisa berpisah. Kemaren dia koalisi kita, hari ini kita oposisi dengannya. Tak bisa kita katakan bahwa semua yang bersama kita adalah kawan, dan semua yang di seberang kita adalah lawan.
Tak boleh kita klaim, hanya program kita yang positif, dan program mereka semuanya pasti negatif. Apalagi sampai menilai hati, niat dan motif seseorang
Semua bisa teriak demi rakyat, tapi tidak semua berbuat untuk rakyat. Sama-sama tersenyum, tapi dalam hati ada niat yang beragam. Sama-sama teriak, tapi isi kepala susah ditebak.
Hanya orang orang kuat, yang bisa bertarung di dunia yang penuh misteri, susah ditebak, dan sarat dengan jebakan ini, Kuat fisik, mental, akal dan spiritual.
Hanya orang orang yang cerdas yang bisa membedakan antara sarapan dan "umpan".
Diperlukan hati yang bersih, nurani yang putih, dan logika terlatih, agar tetap jernih walau di dunia berlumpur, penuh buih.
Dibutuhkan stamina dan nafas panjang, karena berjuang di dunia politik bisa lama, berjilid-jilid, penuh drama, dan bergelombang, bagai berselancar dengan sehelai papan di ombak yang menerjang.
Kuatkan hubungan dengan ilahi, kedepankan silaturrahmi, lazimkan komunikasi, biasakan kontemplasi lalu dengarkan suara hati, bisikan nurani.
Bergeraklah di atas pemahaman, di atas bashiroh, istikharah dan musyawarah.
Dan keputusan musyawarah jauh lebih komprehensif dan dapat legitimasi Ilahi, ketimbang pendapat pribadi, analisa para ahli, dan apalagi dibanding suara-suara sporadis, agitatif dan provokatif sekitar, atau sorakan penggemar atau bullyan dan ejekan para pembenci.
Teruslah bergerak wahai saudaraku, kami selalu mendoakan agar Allah melindungi mu.
Tak semua tindakanmu kami fahami, tidak semua strategimu mesti kami ketahui..
Tapi...
Dari jejak rekam pribadimu, melalui sidik jari kiprahmu, dari perjalanan panjang perjuangamu yang tidak sehari dua hari, kami percaya, kami masih menaruh harapan padamu,
walau...
Banyak yang memilih pergi, dan bersumpah menenggelamkanmu, tapi kami masih disini, memilih mempercayaimu, mendoakanmu, dan mendukungmu.
Tapi izinkan kami untuk terkadang memprotes mu, mengkritik mu, mengevaluasi mu, atau "geram" pada sebahagian ijtihad mu, tapi percayalah itu semua karena cinta dan rasa memiliki yang tinggi, berbalut kenaifan kami dan minimnya informasi yang kami ketahui..
🙏🙏
Komentar
Posting Komentar